Archive

Tag Archives: argument

Sungguh saya sangat ingin melakukan pembibitan dan pembesaran ikan
Sungguh saya sangat ingin berbengkel dan merakit sebuah bobbers
Sungguh saya sangat ingin bermain drum
Sungguh saya sangat ingin membangun rumah di sebuah pesisir tebing pantai layaknya Will Smith di film Seven Pounds atau Robert Downey Jr. di film Iron Man

dan, Sungguh saya ingin…
Sungguh ingin dianugerahi seorang pasangan bersuara merdu dan mahir berdendang

___________________________________________________________________________

Tulisan ini mengingatkan saya akan dia, Bujang Parancih, begitulah kerap orang mengenalnya. Seorang pria yang “gila” ketika menginginkan sesuatu dan tidak akan berhenti sampai keinginan tersebut tercapai. Seorang pria yang sangat cinta dengan dunia agraria-nya. Belum lama, sewaktu saya kecil menempuh hujan diengah malam demi mengejar seberkas sertifikat tanah adalah kegiatan lumrah baginya. Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, tapi ya…tak pernah sekalipun penglihatan saya menemukan bapak jatuh sakit karena itu. Lucunya, ketika dihadapi dengan kondisi tak-ber unsur “gerak”, sakit itu pun mendatanginya.  “Saya tidak bisa tidak bergerak”. tidak dalam pengertian secara harfiah, namun bergerak dalam hal ini tidak lain adalah memiliki kegiatan, pasti dan jelas tanpa ada ketidakpastian. Pernyataan retorik memang, namun saya rasa kita sudah saling mengerti soal itu. INI mungkin yang disebut orang PassionRead More

Mungkin sudah jadi mindset bagi sebagian kami termasuk saya bahwa kerja di segmen energi adalah salah satu jalan biar cepat kaya materil, dan hal itu terbukti. Saking cerahnya prospek kerja di dunia ini, bahkan ada yang sampai merumpakan “apa yang ga butuh energi? ibadah pun butuh energi, ga mungkin sekarang orang naik haji jalan kaki, pasti persawat kan?“. Lucu memang, hanya saja terkadang itu benar. Saat ini, jika dilihat dari tingkat kebutuhan, Energi mungkin berada dalam satu tingkatan yang sama dengan pangan. Siapa yang tidak butuh? jadi menurut saya wajar saja banyak orang berebut untuk mendapatkan kursi di perkancahan dunia ini. Read More

Sesaat saya teringat akan sebuah iklan rokok yang marak diputar di beberapa stasiusn televisi swasta indonesia saat ini. Tepatnya iklan gudang garam, sebuah perusahan legendaris yang pemilik perusahaaannya termasuk 10 besar orang terkaya di Indonesia. wow…..

dalam beberapa versi, iklan ini memunculkan beberapa komentar mengenai “bagaimanakah pandangan orang tentang perbedaan seorang cowo dengan seorang pria”. Ada yang bilang cowo itu hidup hanya untuk hari ini saja, hidupnya tidak terencana, bahkan sempat juga dinyatakan bahwa kebanyakan cowo itu mengidamkan badan bagus, six pack dan lain-lain. Di sisi lain, pria dikatakan merupakan laki-laki idaman, pintar, dewasa, memiliki visi kedepan, sangat cocok untuk dijadikan pasangan hidup oleh wanita yang konon sifat-sifat seperti ini mendekati kesempurnaan.

Kembali ke pernyataan klasik tersangkut hal tersebut, “penilaian itu relatif“. Nah, jika memang penilaian itu relatif, sepertinya kurang pas rasanya mengelompokkan sifat-sifat laki-laki kedalam kategori tertentu seperti cowo atau pria. Toh dimata wanita yang berbeda, satu orang laki-laki itu bisa memperoleh penilaian yang sama. Tapi bagaimana persisnya, jangan tanya saya, saya bukan wanita. :P Kalau pendapat saya si, tidak ada salahnya melihat sesuatu yang tersirat dari seorang laki-laki, gimana kata pepatah,

USAH DIAROK KATAMPAK PUTIAK DALAM BUNGO KALAU BUKAN MATO BATIN NAN BAMAIAN

. Baru mengkategorikan apakah dia cowo atau pria sebagaimana yang disebutkan dalam iklan tersebut. Namun pada kenyataannya, mereka hanya melihat luarnya saja…bagaimana lagi, bukan salah mereka…

Jadi gimana? Cowo atau Pria?? atau Laki-Laki???

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.