Hiruk pikuk kendaraan, teriakan terompet, wajah-wajah menerawang ikut bercerita melengkapi sore hariku di penghujung 2011 ini. Tawa suka citapun tak luput menyemangati sang pengemudi ditengah kakunya arus lalu lintas di jalan Dago. Apa yang mereka cari? apa yang mereka rayakan hingga mereka rela meluangkan waktu ber jam-jam di perjalanan hanya demi satu titik detik di hari ini sementara mereka tahu bahwa masih ada 86399 detik lainnya di hari yang sama, tapi hei…itu lah yang mereka cari. sejenak tak ada pikiran untuk ikut bersuka ria tertawa selayaknya yang orang-orang itu lakukan. Yang justru ada di benakku hanyalah potret serta video reka kejadian cerita hidup setahun kebelakang dengan segala hitam dan putihnya.
2011..aku pun tak bisa menjawab mengapa, namun satu yang pasti tahun ini telah memajang sebuah lukisan besar di lorong perjalanku. Mungkin sudah rahasia umum dimana sesuatu yang pertama cenderung lebih berat dibanding kedua, ketiga, dan seterusnya. Dan di tahun ini, merasakan dan melewati hal-hal baru untuk pertama kalinya dengan tangan kosong sepertinya telah menjadi hal lumrah bagiku. Kehilangan, keraguan, ketidakpastian, ketidakdewasaan, dan penyesalan. bukan berarti di tahun2 berikutnya akan lebih ringan, bukan berarti tidak akan ada lukisan yang lebih besar, namun tahun ini benar-benar tempat bersarangnya cobaan serta ujian yang menjadi pelengkap proses pendewasaanku, sepertinya. Apakah harus tetap menunduk melihat coretan hidup yang sudah tertulis walaupun memang benar adanya mereka terlalu indah jika terhapus, atau menginjaknya lalu menegapkan diri untuk siap menemui liku hidup selanjutnya. Kupilih untuk tidak memikirkannya…
sebuah terimakasih bagimu 2011…
selamat tahun baru…

babayo curahan hati ko mah.. agak barek carito.. haha
abosloutly a straight stream, brother…
tahun baruuuuu