Cebas finalrender stage1 R2 sp3 for 3dsmax 2010 (32/64bit) :
http://rapidshare.com/files/246266758/Cftfr.rar

Collection of 108 Plugins for 3DS Max 2010:
http://rapidshare.com/files/226904963/plugins_for_3DS_max_2010.rar

about 3D:
http://marigaul.com/3d-world/

Final Shaders sp3 2010 max (xforce)
http://rapidshare.com/files/246415788/CS32X.rar

tutor:

http://triders.com/

ga terasa udah tanggal 29 aja ya.

berarti kurang dari 24 jam lagi gua bakal memasuki usia baru.

aduh…………dua-duaa…..dua-dua….

paliendrome ni, kayaknya angka cantik, but….in the other hand, justru kebalikannya. makin banyak tuntutan tanggung jawab dan keadaan yang harus dikejar, dan itu membutuhkan semangat lho. sayangnya penyemangat itu sudah tidak ada.  it’s gone, go away, leave me like something never happened before. jadinya aku…..harus…..berjalan……sendiri….lagi!

tapi tenang, its u guys, teman…itu lah gunannya teman. masih ada kalian, bantuin gua ya teman. …:)

Sidang musyawarah besar ninik mamak pemangku adat sealam Minangkabau di Padang pada 18-19 Maret 1966, memutuskan bahwa penghulu/ninik mamak di dalam Minangkabau adalah abdi pancasila.Penghulu-penghulu selaku abdinya pancasila dan alat perjuangan adalah pengemban amanat penderitaan rakyat dan berkerja sama dengan ABRi dan pemerintah dalam segala bidang, umpamanya di dalam menjalankan tugas pemerintahan nagari, keamanan serta pembangunan-pembangunan yang segala tanduk-tanduknya dan pemikirannya harus ditumpahkan untuk menyelesaikan perjuangan nasional dan konsekuen mempertahankan serta menjaga kemurnian Pancasila dan adatnya harus satu juwa dengan tugas pekerjaannya.

Itu yang dikatakan pada paragraf pertama bab pembukaan sebuah buku yang berjudul “Pokok-pokok Pengetahuan Adat Alam Minangkabau”. Namun zaman sudah jauh berubah. Peran seorang penghulu sebagai pemimpin nangari sudah bergeser dan mungkin hampir sirna. Nagari sudah digantikan Kecamatan, berikut juga pemimpinnya. Kecamatan dipimpin bukan oleh penghulu atau kepala adat lagi, melainkan oleh seorang camat. Keberlangsungan kaum adat sudah jauh pudar.

Agar tidak terjadi degradasi peran yang terlalu signifikan, peran para penghulu dan niniak mamak dialihkan kedalam sebuah instansi yang bernama KAN (Kantor Kerapatan Adat Nagari). Segala sesuatu yang berkaitan dengan adat dalam nagari dilayani disini. Mulai dari pendataan kaum sampai ke permasalahan yang cukup rumit seperti perkara tanah. Secara tidak langsung, perubahan ini telah menggeser dan sekaligus membatasi “campur tangan” seorang penghulu atau ninik mamak kepada kaumnya.

Perubahan cepat yang sedang terjadi, mungkin disebabkan oleh derasnya arus globalisasi, atau penetrasi budaya luar. Akibatnya hal ini membawa perilaku masyarakat, praktek pemerintahan, pengelolaan wilayah dan aset, serta perkembangan norma dan adat istiadat di banyak nagari di Sumatra Barat mulai tertinggalkan. Perubahan perilaku tersebut tampak dari lebih mengedapannya perebutan prestise yang berbalut materialistis dan individualistis. Oleh karena itu, perilaku yang kerap ditemukan adalah kepentingan bersama dan masyarakat sering diabaikan. Disamping kurang terlihatnnya kinerja penghulu/niniak mamak (saya sendiri yang merasakan semasa dikampung), tidak sedikit panghulu/niniak mamak memegang jabatan hanya untuk prestise saja. Kalau seperti ini, otomatis penghulu/ninik mamak di dalam Minangkabau bukanlah abdi pancasila lagi. Dan siapa yang siapa yang bertanggung jawab terhadap hal ini jika kita melihat dari segi adat?? Penghulu dan niniak mamak berkontribusi cukup besar disini.

Bukan bermaksud menyalahkan, hanya saja kita memang berbicara dalam konteks tanggung jawab. Karena memang itu lah tanggung jawab seorang penghulu/niniak mamak. Oleh karena itu, mungkin mereka tidak mungkin mengembalikan keadaan menjadi seperti layaknya dahulu kala dimana mereka adalah pemimpin di nagari sekaligus abdi pancasila. tetapi seorang penghulu/niniak mamak setidaknya masih diberi kesempatan untuk memberikan perannya kepada masyarakat nagari dengan adanya KAN dan dia harus bisa mengoptimalkan kesempatan itu untuk bisa bertahan sebagai abdi pancasila. Jika tidak, semua itu menjadi sia-sia, dan mungkin itu bisa menjadi salah satu penyebab kenapa adat kita mengalami degradasi yang jauh.

Sesaat saya teringat akan sebuah iklan rokok yang marak diputar di beberapa stasiusn televisi swasta indonesia saat ini. Tepatnya iklan gudang garam, sebuah perusahan legendaris yang pemilik perusahaaannya termasuk 10 besar orang terkaya di Indonesia. wow…..

dalam beberapa versi, iklan ini memunculkan beberapa komentar mengenai “bagaimanakah pandangan orang tentang perbedaan seorang cowo dengan seorang pria”. Ada yang bilang cowo itu hidup hanya untuk hari ini saja, hidupnya tidak terencana, bahkan sempat juga dinyatakan bahwa kebanyakan cowo itu mengidamkan badan bagus, six pack dan lain-lain. Di sisi lain, pria dikatakan merupakan laki-laki idaman, pintar, dewasa, memiliki visi kedepan, sangat cocok untuk dijadikan pasangan hidup oleh wanita yang konon sifat-sifat seperti ini mendekati kesempurnaan.

Kembali ke pernyataan klasik tersangkut hal tersebut, “penilaian itu relatif“. Nah, jika memang penilaian itu relatif, sepertinya kurang pas rasanya mengelompokkan sifat-sifat laki-laki kedalam kategori tertentu seperti cowo atau pria. Toh dimata wanita yang berbeda, satu orang laki-laki itu bisa memperoleh penilaian yang sama. Tapi bagaimana persisnya, jangan tanya saya, saya bukan wanita. :P Kalau pendapat saya si, tidak ada salahnya melihat sesuatu yang tersirat dari seorang laki-laki, gimana kata pepatah,

USAH DIAROK KATAMPAK PUTIAK DALAM BUNGO KALAU BUKAN MATO BATIN NAN BAMAIAN

. Baru mengkategorikan apakah dia cowo atau pria sebagaimana yang disebutkan dalam iklan tersebut. Namun pada kenyataannya, mereka hanya melihat luarnya saja…bagaimana lagi, bukan salah mereka…

Jadi gimana? Cowo atau Pria?? atau Laki-Laki???

aku tak pernah bisa berhenti untuk mencari tau siapakah diriku.
seumur hidup, sampai saat ini aku selalu menjadi orang yang berubah-ubah, berganti menjadi seseorang tak pasti dan “bertopeng”, dan terakhir, aku masih mengenakan topeng si merah. ini topeng terlama di wajah ku.
tapi, diantara seribu tanya, ada satu pertanyaan lagi, kapan “topeng” ini bisa kulepas ditengah dunia yang memaksaku untuk selalu memakainya.
bertopeng itu memang berat…

aku….selalu rajin bertanya
aku….selalu rajin menyapa
aku….selalu rajin berpikir
aku….selalu rajin bercermin
aku….selalu rajin berencana
aku….selalu rajin berbicara
aku….selalu rajin tertawa
aku….selalu rajin bertenggang rasa

tapi apakah semua itu cukup?
dan justru…

aku….jarang mendapat pertanyaan
aku….sering mendapat sapaan, tapi sapaan karna ketakutan
aku….tidak pernah mendapat hal yang setimpal dengan pikiran itu
aku….tau bayangan “diriku”, tapi kenapa aku melakukannya lagi
aku….selalu mengabaikannya
aku….tidak didengarkan
aku….semakin jauh dari “tawa”
dan aku….lelah.

when i can stop making faults? till the end of ma whole life???

jaman sudah jauh berubah, untuk 3 tahun saja perubahan itu membalikkan banyak hal, kebiasaan, model, taraf hidup, gaya ngomong dan lain2. apalagi untuk seorang yang udah hidup berpuluh tahun ya???? pasti udah ga bisa ngomong apa2.kayaknya……

 

nah, andaikan suatu waktu,  anda berada di sebuah keadaan dimana hanya ada dua pilihan, dan anda harus memilih salah satunya, apa yang akan anda pilih?

 

pertama, anda memaksa sistem tersebut mengikuti layaknya masa sebelumnya.

 

kedua, anda yang keluar dari sistem tersebut.

 

namun di sisi lain ada sebuah bantahan terhadap pilihan pertama. oke, jaman sudah berubah, kehidupan orang sekarang tidak bisa disamakan dengan kehidupan anda jaman dulu. sudah banyak hal2 yang mungkin membuat setiap manusia itu menjadi invidualistis, salah satunya fasilitas makin lengkap. kenapa tidak? 

sedangkan anda memiliki kewajiban untuk memandu langkah mereka agar tidak keluar dari “koridor” yang sudah ada. otomatis panduannya adalah, ya “bagaimana anda dulu”….tapi bagaimana? kembali ke pernyataan di atas, jaman sudah berbeda, kata dahulu tidak bisa lagi diterapkan untuk saat ini. trus??? mau milih yang ke dua??

 

ini hanya satu dari sekian banyak kebingunganku…..

masih banyak kebingungan lain yang bisa memancing kata AAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGHH!!!!!!!

mau…mau…mau???

hahaha…rekor, paling lama bertahan dan masih nulis di blog. :P

hhhmm…..belakangan ini hujan mulu ya, dingin. brrr….mandi pagi apalagi, kagak kuat. hari ini kuliah perdes jam 9, nyampe2 dikampus kagak ada kuliah. yah….malay banget dah.

bosen gini ya…idup kagak ada ubah2nya..bangun, kuliah, ngerokok, jeda antar kuliah ngenet, kalo ga makan. habis itu kuliah lagi…sorenya main. kadang2 tidur pulas. gituuuu aja…..kapan berkembangnya.

pengen cepat keluar, pengen cepet keluar dari kampus ini, kampus yang sangat mendidik untuk menjadi seorang yang individualistis dengan faslitas2nya yang lengkap.

pengen kerja, dapet gaji..beli apa yang gua pengen dengan duit gua sendiri. udah bosen nampung mulu ama bonyok…kasihan mereka,

but when…

aku takut….

takut “rumah” ku akan menjadi tmpt berkumpulnya orang2 kaya,

takut “rumah” ku akan menjadi tmpt berkumpulnya orang2 sombong, dan

takut “rumah” ku akan menjadi tmpt berkumpulnya orang2 yang berkelompok.

mereka hanya berteman dengan sesama dan selevel saja.kasihan engkau rumahku.

apa aku harus pergi???

whuuuaaahhhh!!!!!!!!

pegel2 gini badan gua, bener juga kata orang. mandi air panas itu nguras tenaga ya? kok bangun2  lemes gini.tapi ga pa2, seenggaknya enakan…puas..

dan yang pasti ga ada kuliah hari ini. MUNCHUNG!!!! WHAT A LAZY WEEK!!!!

kan semalam gua tidur dengan meninggalkan YM nyala, bangun2 udah banyak pesen aja. udah banyak temen2 yang online dengan statusnya yang aneh2. tah fa…fa…

nah, dari sekian pesan di YM, salah satunya ada yang nulis tentang postingan gua tanggal 2 Februari. katanya tentang seorang cewe manis, trus dia ngasih selamat. ya gua langsung inget2, kapan ya gua posting ke cewe manis??? facebook, friendster, YM atau apalah……..yang mana bukkk???? yah gua penasaran lah. wong baru bangun gini, tai mata aja masih tebel blm dicuci. akhirnya dengan gagahnya gua beranikan bangkit dari rebahan (cool ga sih gua??? B-)), membuka2 dan mengecek mozila tersayang gua untuk mencari tau apakah pernyataan orang itu benar atau tidak. dan ternyata………………………………………………….jeng…jeng….jengjereng….(musik seram)…..kagak ada nyot!!!!

ya…..dengan penuh ketabahan gua coba melupakannnya walaupun berat (yaelah………..) dan membuka lembaran baru di layar komputer ku. menjalani hari pagi yang baru untuk mencapai cita2 yang kudambakan. (cu…cuit….sejak kapan nih puiter’s???)

apaan ya??? gua masih penasaran nih.

Next Page »